Pelajar di Pangkalan Balai Ikuti Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

24 Juni 2016 dengan penuh keceriaan dan khidmat tampak ratusan pelajar diSMK Muhammadiyah Pangkalan Balai menerima materi sosialisasi oleh Ir. H. Achmad Hafisz Tohir Anggota MPR RI dari Fraksi PAN menyampaikan bahwa Sesuai dengan ketentuan pasal 5 UU no 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR & DPD memiliki tugas tanggung jawab memasyarakatkan Ketetapan MPR, Memasyarakatkan Pancasila, UUD 1945, NKRI & Bhineka Tunggal Ika dan juga menyerap aspirasi masyarakat berkaitan dengan pelaksanaan UUD 1945. Kemudian kegiatan semacam ini juga merupakan momentun silahturahim dengan masyarakat didaerah konstituen anggota DPR/MPR RI. Kita menyerap aspirasi, dimana saat ini kehidupan berbangsa & bernegara harus kuat mengingat Negara kita sedang mengalami kesulitan krisis. Bagaimana masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dengan daya beli yang rendah saat ini. Kalau rakyat susah maka akan timbul banyak maslah kejahatan dan keributan. Untuk itu perlulah kita sampaikan dan ingatkan kembali pentingnya berkehidupan bermasyarakat yang sesuai dengan cita-cita bangsa ujar Hafisz tohir anggota MPR RI. Lebih lanjut anggota MPR RI hafisz tohir menyampaikan pada acara tersebut kepada para pelajar bahwa “Pada kesempatan sosialisasi ini saya dipertemukan dengan para pelajar, generasi masa depan bangsa, maka baik atau buruknya, maju atau mundurnya bangsa kita kedepan ada ditangan kalian. Untuk itu harus berfikir maju amalkan pancasila cintai NKRI melangkahla dengan spirit serta gapailah impian setinggi langit.” Karena diera keterbukaan saat ini MEA, AFTA dll kita harus mampu berdaya saing dan memiliki kemampuan khusus. Untuk dapat memenangkan pertarungan masa depan. Percayalah bangsa kita ini bangsa yang besar dimulai dari dulu kerajaan Sriwijaya sudah berjaya sampai keluar negeri, kenapa kita sekarang tidak beranim jawaban nya ada ditangan kalian lah nanti.” Menyambut optimisme dari Anggota MPR RI tersebut tidak kalah kepala sekolah SMK Muhammadiyah Pangkalan balai Koiri Nawawi menyampaikan terimakasih banyak kepada pak Hafisz yang telah berkunjung dan memberikan ilmu bermanfaat bagi pelajar disekolah ini. Dengan hadir nya anggota DPR RI dapat memberikan harapan kepada generasi pelajar untuk bermimpi dan memiliki masa depan gemilang. Ali yang merupakan perwakilan pelajar juga menyampaikan bahwa akan dibentuk komunitas Empat Pilar Kebangsaan disekolahnya, yang nantinya sebagai follow up kegiatan tersebut. Pantauan sumselterkini, kegiatan berlangsung lancar dan dilanjutkan dengan meninjau fasilitas gedung sekolah. SF

RDP MPR RI bersama Hafisz Tohir di Palembang

Palembang, 15 april 2016 MPR RI menggelar rapat dengar pendapat dengan masyarakat. Acara ini diselenggarakan oleh anggota MPR RI bapak Ir. H. Achmad Hafisz Tohir. Digedung auditorium balayudha palembang. Pada kesempatan ini anggota MPR RI yang selalu tampil rapih dan lugas ini menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan pengejawantahan dari tugas anggota MPR RI sesuai dengan Undang-Undang No. 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD. dimana anggota MPR berkewajiban menyelenggarakan di masing-masing daerah pemilihannya. Untuk itu sudah menjadi kewajiban Hafisz Tohir sebagai anggota MPR RI dalam menjalankan amanat Undang-Undang sekaligus menjadi wahana bersilahturahim dengan masyarakat daerah pemilihan, sehingga terjalin hubungan yang baik antara rakyat dan wakilnya seperti diungkapkan nya pada acara tersebut. Acara ini diselenggarakan dengan berkerjasama anggota MPR RI dan LPPS (Lembaga Pendidikan Politik Sumatera Selatan). “Kami akan terus mengawal wakil rakyat agar dapat bersentuhan dengan rakyat nya dan menyampaikan gagasan dan hasil kinerjanya untuk dipertanggung jawabkan kepada pemilihnya, apa lagi ini momentum pendidikan untuk rakyat dan pemilihnya, sehingga harus dimaksimalkan bersama” ungkap dimas AP direktur LPPS. Salah satu mahasiswa fakultas hukum dikampus swasta dikota palembang Alex Candra menyampaikan dalam sesi tanya jawab kepada panelis bahwa “sejauh mana pranata hukum dan undang-undang yang dihasilkan DPR RI saat ini dan apa saja fokus Undang-undang yang bapak Hafisz tohir perjuangkan dialat kelengkapan dewan dimana bapak bernaung”. Ungkapnya. Menanggapi hal tersebut sebagai anggota DPR/MPR RI hafisz Tohir sudah berupaya mendorong percepatan pembahasan apalagi sekarang ada hari legislasi sebagai hari kerja diDPR sehingga berharap semakin maksimal kerja undang-undang bersama teman-teman diDPR. Sebagai ketua komisi VI beliau tengah memperjuangkan undang-undang persaingan usaha dan BUMN. Pada kesempatan ini beliau juga memohon doa kepada masyarakat untuk mensupport DPR menghasilkan produk Undang-Undang yang baik yang memang menjadi kewajiban anggota. Pantauan sumsel terkini pada kesempatan ini acara dihadiri lebih kurang seratus orang dan berjalan dengan baik.

Hafisz Tohir Gelar Sosialisasi MPR RI

Banyuasin, 14-17 april 2016 anggota MPR RI yang juga DPR RI daerah pemilihan Sumatera Selatan 1 menggelar sosialisasi MPR RI diKecamatan Rambutan Kabupaten banyuasin. Dalam kesempatan ini anggota MPR RI didampingi oleh Camat Rambutan dan Kepala Desa serta tokoh masyarakat se kecamatan Rambutan. Hafisz tohir pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi Pilar kebangsaan kebangsaan itu antara lain ialah Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Undang – Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) maka daripada itu ke empat pilar kebangsaan ini haruslah kita pegang teguh dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat, bangsa dan bernegara. Agar terjadi kerukunan dan ketentraman dalam berkehidupan di Republik Indonesia yang kita cintai ini. Lebih lanjut Hafisz Tohir menjelaskan bahwa Pilar / tiang penyangga suatu bangunan harus memenuhi syarat, seperti disamping kokoh dan mantap, juga harus sesuai dengan bangunan yang disangganya. Sehingga bangunan rumah, tiang yang diperlukan disesuaikan dengan macam dan kondisi bangunan tersebut. Kemudian Hafisz Tohir menambahkan Bilamana bangunan tersebut sederhana gak memerlukan tiang yang terlampau kuat, tetapi bila bangunan tersebut merupakan bangunan permanen, konkrit, yang menggunakan bahan-bahan yang berat, maka asas penyangga harus disesuaikan dengan kondisi bangunan dimaksud. Demikian pula halnya dengan base atau tiang penyangga salahsatu negara-bangsa, harus sesuai dengan kondisi negara-bangsa yang disangganya. Kita menyadari bahwa negara-bangsa Indonesia adalah negara yang besar, wilayahnya cukup besar seluas daratan Eropah yang terdiri atas berpuluh pelosok, membentang dari barat ke timur dari Sabang hingga Merauke, dari utara ke selatan dari pulau Miangas sampai pulau Rote, meliputi ribuan kilometer. Indonesia yaitu negara kepulauan terbesar pada dunia yang memiliki 19 000 pulau lebih, terdiri atas berbagai suku bangsa yang beraneka adat serta budaya, serta memeluk seluruh agama dan keyakinan, lalu belief system yang dibuat pilar harus sesuai dengan kondisi negara bangsa ini. Sehingga perlu dijaga apa yang kita miliki untuk menjadi bangsa yang besar. Senada dengan Hafisz Tohir, Bapak Ledi yang juga tokoh masyarakat diKabupaten banyuasin sangat menyambut baik adanya sosialisasi tersebut diselenggarakan ditengah-tengah masyarakat banyuasin. Sehingga dapat menjadi tambahan ilmu dan wawasan masyarakat terkait cara dan pandang menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Kami sangat berterimakasih kepada bapak Hafisz Tohir sebagai Anggota MPR RI mampu menterjemahkan pokok-pokok pemikiran nya sehingga dapat mencerdaskan masyarakat banyuasin. Pada kesempatan acara tersebut sumsel terkini online melihat antusias masyarakat kecamatan rambutan yang dihadiri lebih dari 200 orang.

4 Pilar Kebangsaan lewat Rapat Dengar Pendapat Masyarakat.

Banyuasin, 25 februari 2016. Anggota MPR RI Achmad Hafisz Tohir bertemu masyarakat banyuasin dalam rangka rapat dengar pendapat masyarakat 4 pilar kebangsaan. Dalam kesempatan ini Hafisz tohir menjelaskan pentingnya masyarakat dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila. bahwa kita semua dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara sudah ada aturanya yaitu UUD 1945 sehingga kita tidak tubruk sana-sini. Kita juga patut bersyukur dengan kebhinekaan di Republik Indonesia ini berbagai macam adat istiadat, bahasa dan warna tapi sampai hari ini dengan landasan Bhineka Tunggal Ika kita semua tetap satu demi kejayaan Indonesia. Lebih lanjut hafisz mengatakan jikalau kita semua terus menjaga kerukunan maka kondisi negaraga kita akan stabil dengan stabil nya politik dan keamanan maka ekonomi akan ikut meningkat sehingga rakyat sejahtera. Banyuasin sebagai kabupaten yang mayoritas masyarakatnya berkebun dan bertani dianugerahi tuhan tanah yang subur sehingga menunjang hasil perkebunan. Kita patut bersyukur. Bagaimana merawat keberagaman itu ialah dengan hormat menghormati dan kita semua harus berkerja keras agar bangsa kita menjadi bangsa yang maju. Sebagaimana kehidupan berdemokrasi kita yang sudah diakui oleh dunia.
Hafisz tohir juga menyampaikan sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumatera Selatan 1 yang juga banyuasin didalam nya hafisz berharap banyuasin dapat menjadi kabupaten yang maju dan terdepan. Dalam pembangunan dan pendidikan.

Salah satu peserta dengar pendapat masyarakat yakni Romsan yang juga menjabat sebagai kepala desa menyampaikan apresiasinya kepada tokoh senayan bapak hafisz tohir dalam kunjungan nya kali ini beliau langsung bertemu dengan masyarakat bawah dan mendengar keluhan masyarakat serta berupaya mencarikan solusinya. Ditambah romsan bahwa beliau juga membawa misi sebagai anggota MPR RI dengan mensosialisasikan 4 pilar kebangsaan dihadapan masyarakat banyuasin. Selama ini kita tahu itu tapi kalau tidak dibahas maka masyarakat terkadang lupa mengamalkan nya dalam kehidupan sehari-hari sehingga peran aparat dan tokoh-tokoh desa lah yang terkadang lebih didengar daripada aturan yang ada. Jadi sangat perlu diberikan penjelasan juga kepada aparat desa dan semua tokoh masyarakat didesa. Agar paham dan menjalankan apa yang sudah dijelaskan bapak Hafisz Tohir tadi, ujar kades.

LAGI ACHMAD HAFISZ TOHIR GANDENG LPPS SEMINARKAN 4 PILAR KEBANGSAAN

Palembang, 24 feb 2016 digelar acara sosialisasi 4 pilar kebangsaan oleh Achmad Hafisz Tohir berkerjasama dengan LPPS (Lembaga Pendidikan Politik Sumatera Selatan). Hafisz menjelaskan sebagai anggota MPR RI dan sesuai dengan amanat dari UU no 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD beliau diamanahkan untuk memasyarakatkan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika serta dalam rangka bersilahturahim dengan masyarakat daerah pemilihan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat dan mendengar keluh-kesah dari masyarakat sekaligus masukan-masukan masyarakat.

Menurut Hafisz Tohir sebagaimana tugas wakil rakyat yang diemban nya maka beliau berkewajiban senantiasa membina masyarakat daerah pemilihan. Sehingga kehadiran nya sebagai wakil rakyat dirasakan. Terlebih dengan amanah undang -undang untuk mensosialisasikan dan memasyarakatkan ke empat pilar kebangsaan tersebut beliau yakin dapat sembari bertukar fikiran dan mengedukasi masyarakat terkait kondisi aktual yang terjadi dimasyarakat kita. Lanjut kata Hafisz “bahwa setiap kesempatan berjumpa dengan masyarakat saya selalu sampaikan saya adalah bagian dari mereka sehingga kehadiran saya yakni keterwakilan mereka melalui saya harus dirasakan”.
Kembali hafisz menegaskan bahwa saat ini kondisi sosial masyarakat cendrung berubah komunikasi dan silahturahim jauh lebih muda ketimbang dulu. Sehingga kita harus mengikuti perkembangan zaman kalau tidak kita akan terlindas zaman. Namun kita harus punya pedoman pegangan dan acuan yakni 4 pilar kebangsaan yang sudah saya sampaikan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Inilah platform bangsa kita. Kalau ini kita jaga dan lestarikan maka kita akan aman sampai tujuan menjadi bangsa yang makmur dan sejahtera.
Terpisah Alex Candra Direktur Hukum Lembaga Pendidikan Politik Sumatera Selatan atau LPPS menyebutkan bahwa LPPS sangat bergembira dengan kerjasama ini. Bagi kami sebagai lembaga yang fokus dengan tujuan pendidikan politik dan bermitra dengan semua steakholder politik termasuk wakil rakyat dilegislatif adalah prestasi.
Sampai saat ini LPPS telah banyak mengadakan pendidikan politik bagi para anak muda pemilih pemula supaya mereka paham bahwa masa depan bangsa kita ditentukan dengan pilihan politik kita bukan hanya siap untuk memilih namun juga siap umtuk terjun ke panggung politik dan dipilih. Tentunya semua itu harus dipersiapkan dengan pendidikan politik yang mumpuni hingga pada saat nya mereka yang pernah merasakan kegiatan-kegiatan edukasi LPPS dapat merasakan manfaatnya. Kita ini sekumpulan anak muda yang galau dan berusaha nasihat menasihati. Dengan kegiatan sosialisasi 4 pilar ini bukan hanya kita bertemu dengan wakil kita tapi kita juga bisa memperoleh input terkait falsafah negara dan perjalanan nya. Kami berharap kerjasama ini dapat terus dilanjutkan san semakin baik kedepan nya. LPPS siap mengawal dan mencerdaskan masyarakat. Itu komitmen kami, ujar alex candra saat diwawancarai sumsel terkini.

 

Achmad Hafisz Tohir sosialisasikan pilar ber Negara diLubuk Linggau

Lubuk linggau, 17 nov 2015 anggota MPR RI Hafisz Tohir menggelar sosialisasi 4 pilar ber Negara untuk 43rdmasyarakat Lubuk Linggau yang terdiri dari wirausaha penggiat IKM dikota Lubuk Linggau. Dalam kesempatan ini hadir 100 peserta sosialisasi dari berbagai macam kelurahan/desa yang ada.

Hafisz tohir sebagai anggota MPR RI menjelas kan bahwa pelaksanaan Pancasila, Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika sangat penting untuk dimasyarakatkan dengan masyarakat supaya terjalin harmonisasi berkehidupan kebangsaan. Yang mana kita ketahui bawa saat ini banyak paham – paham sesat yang bertentangan dengan pilar kebangsaan masuk ke Indonesia. Ini sangat berbahaya apabila kita tidak memberikan protect terhadap masyarakat dengan memberikan nilai-nilai ber Pancasila. Kegiatan ini juga selain sebagai kewajiban saya sebagai wakil rakyat dan anggota MPR RI sesuai dengan Undang – undang juga sebagai penyambung komunikasi antara rakyat dan wakil nya. Sehingga terbangun sinergisitas pembangunan. Kedepan harapan kita dengan kegiatan ini masyarakat dapat mengimplementasikan hasil nya dengan membangun kerukunan dan kedamaian bermasyarakat. Sehingga pembangunan didaerah dapat berjalan dengan lancar.

Senada dengan Hafisz Tohir,  fairin salah satu peserta sosialisasi mengatakan bahwa masyarakat saat ini sanggat membutuhkan kegiatan seperti ini supaya bisa berkomunikasi dengan wakilnya diDPR/MPR RI. Sekaligus mengetahui penting nya mengimplementasikan pilar ber Negara dalam kehidupan sehari – hari.

Hafisz Tohir Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Muratara

MURATARA, Ir. H. Achmad Hafisz Tohir Menggelar seminar 4 pilar kebangsaan. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menjalankan tugas dan fungsi sebagai anggota MPR sebagaimana diamanahkan UU. Kegiatan tersebut bertempat diMusi Rawas Utara yang mana kabupaten ini yang termuda di Sumatera Selatan sehingga sangat perlu mendapatkan perhatian khusus baik dari pemerintah pusat ataupun daerah, “ujar hafis tohir yang juga anggota MPR RI ini.” Lebih lanjut hafisz mengatakan bahwa selama ini masyarakat kurang mengetahui kenapa kita harus mengedepan kan 4 pilar kebangsaan ini yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Sehingga dalam menghadapi persoalan-persoalan kita seringkali melupakan tuntunan persatuan dan kerukuan yang ada, sehingga seringkali konflik-konflik yang tumbuh cepat sekali menjadi masalah besar terkadang berujung anarkis. Seharusnya dengan dilaksanakan sosialisasi ini masyarakat dapat lanjut berperan serta menjaga NKRI dan membangun bangsa sesuai dengan bidang nya masing-masing. Wayan  salah satu nara sumber menjelaskan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI sehingga banyaknya propaganda dan api-api yang dapat memicu perpecahan dimasyarakat dapat dipahami berbeda sehingga tercipta kerukunan dan kerjasama yang apik dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat. Kegiatan sosiaslisasi ini dihadiri 200 peserta dengan utusan berbagai kalangan, pemuda, tokoh agama, tokoh adat dan kaum ibu-ibu, yasir sebagai salah satu peserta pelatihan terlihat sangat antusias, menurutnya ini harus dilaksanakan terus menerus agar kita bisa sama-sama belajar tentang pilar-pilar keutuhan bangsa dan Negara.